DREAMSLAND LYRICS

Simply a story of me who love spinning words beyond the sleepless nights
眠れない夜を超え、ただ詞を綴ることが大好きな私だけの物語

Yorushika - Haru Dorobou Lyrics

Home > Singer > Yorushika > Haru Dorobou Lyrics
春泥棒 歌詞
Haru Dorobou Lyrics
Lirik Lagu Haru Dorobou
Song Details
春泥棒 Spring Thief
Haru Dorobou Pencuri Musim Semi
ヨルシカ Yorushika
作詞・作曲
・編曲:n-buna
Lyricist・Composer
・Arranger: n-buna
Support The Artist(s) via:
Kanji Romanized English Indonesian
高架橋を
抜けたら
雲の隙間に
青が覗いた
最近どうも暑いから
ただ風が
吹くのを
待ってた

木陰に座る
何か頬に付く
見上げれば
頭上に
咲いて散る

はらり、
僕らもう息も
忘れて
瞬きさえ
億劫
さぁ、
今日さえ
明日過去に変わる
ただ風を待つ
だから僕らもう
声も忘れて
さよならさえ
億劫
ただ花が
降るだけ
晴れり
今、
春吹雪

次の日も
待ち合わせ
花見の客も
少なくなった
春の匂いは
もう止む
今年も
夏が
来るのか

高架橋を抜けたら
道の先に
君が覗いた
残りは
どれだけかな
どれだけ春に
会えるだろう

川沿いの丘、
木陰に座る
また昨日と変わらず
今日も
咲く花に、

僕らもう
息も忘れて
瞬きさえ
億劫
花散らせ
今吹く
この嵐は
まさに春泥棒
風に今日も
もう時が流れて
立つことさえ
億劫
花の
隙間に空、
散れり
まだ、
春吹雪

今日も
会いに行く
木陰に
座る
溜息を吐く
花も
もう終わる
明日も
会いに行く
春が
もう終わる
名残るように
時間が散っていく

愛を歌えば
言葉足らず
踏む韻さえ
億劫
花開いた
今を
言葉如きが
語れるものか

はらり、
僕らもう
声も忘れて
瞬きさえ
億劫
花見は
僕らだけ
散るな
まだ、
春吹雪

あともう少しだけ
もう数えられるだけ
あと花二つだけ
もう花一つだけ
ただ葉が残るだけ、
はらり
今、春仕舞い
Koukakyou wo 
Nuketara
Kumo no sukima ni
Ao ga nozoita
Saikin doumo atsui kara
Tada kaze ga
Fuku no wo
Matteta

Kokage ni suwaru
Nani ka hou ni tsuku
Miagereba
Zujou ni
Saite chiru

Harari,
Bokura mou iki mo
Wasurete
Mabataki sae
Okkuu
Saa,
Kyou sae
Ashita kako ni kawaru
Tada kaze wo matsu
Dakara bokura mou
Koe mo wasurete
Sayonara sae
Okkuu
Tada hana ga
Furu dake
Hareri
Ima,
Haru fubuki

Tsugi no hi mo
Machiawase
Hanami no kyaku mo
Sukunaku natta
Haru no nioi wa
Mou yamu
Kotoshi mo
Natsu ga
Kuru no ka

Koukakyou wo nuketara
Michi no saki ni
Kimi ga nozoita
Nokori wa
Dore dake kana
Dore dake haru ni
Aeru darou

Kawazoi no oka,
Kokage ni suwaru
Mata kinou to kawarazu
Kyou mo
Saku hana ni,

Bokura mou
Iki mo wasurete
Mabataki sae
Okkuu
Hana chirase
Ima fuku
Kono arashi wa
Masa ni haru dorobou
Kaze ni kyou mo
Mou toki ga nagarete
Tatsu koto sae
Okkuu
Hana no
Sukima ni sora,
Chireri
Mada,
Haru fubuki

Kyou mo
Ai ni iku
Kokage ni
Suwaru
Tameiki wo tsuku
Hana mo
Mou owaru
Ashita mo
Ai ni iku
Haru ga
Mou owaru
Nagoru youni
Jikan ga chitteiku

Ai wo utaeba
Kotobatarazu
Fumu in sae
Okkuu
Hanahiraita
Ima wo
Kotoba gotoki ga
Katareru mono ka

Harari,
Bokura mou
Koe mo wasurete
Mabataki sae
Okkuu
Hanami wa
Bokura dake
Chiru na
Mada,
Haru fubuki

Ato mou sukoshi dake
Mou kazoerareru dake
Ato hana futatsu dake
Mou hana hitotsu dake
Tada ha ga nokoru dake,
Harari
Ima, harujimai
When I passed through 
the fly over,
I saw a blue peeking out
between the gaps of clouds
I just waited
for the blowing wind
because it's been
pretty hot lately

Sitting in the shade of a tree,
something stick to my cheek
When I looked up,
right over my head,
it was blooming, falling

Slowly falling,
we've even forgotten
to breathe,
even blinking
feels troublesome
Hurry up,
Even today
will turn into a past, tomorrow
I just waited for the wind
That's why,
we've even forgotten
to make a sound
Saying goodbye
feels troublesome
Only the flowers are falling
So bright,
Right now,
the spring blizzard

The next day,
I have an appointment
to meet someone
The tourists who come
to view the cherry blossoms
are decreasing
The spring scent will stop soon
This year too,
summer will come, huh

When I passed through
the flyover,
there is you,
peeking at the end of the road
I wonder, how much times is left?
How much times is left
to see the spring?

Sitting under the shade of tree
on the river hillside
Still the same as yesterday,
today too, when looking at
the blooming flowers ...

We've even forgotten
to breathe,
even blinking
feels troublesome
The storm blowing over
these flowers
must be a spring thief
Even today,
time flows again
along with the gust of wind,
even standing
feels troublesome
Looking up at the sky
through the gap of flowers,
Falling and scattering
It's not over yet,
the spring blizzard

Today too,
I'll come to see you
Sitting under
the shade of a tree
and sigh over
The blooming flowers
will be end soon
Tomorrow too,
I'll come to see you
Spring will be over soon
Time keeps falling,
as if it was hard
to bid farewell

When I sing love,
I always run out of words
Just starting a rhyme
feels troublsome
When the flowers are
blooming like now,
how could I describe it
with mere words

Slowly falling,
we've even forgotten
to make a sound,
even blinking
feels troublesome
Just the two of us,
viewing the blooming flowers
Please don't fall,
not yet,
the spring blizzard

Just for a little more,
it's already can be counted
There are only two flowers left
Now only one flower
Only the leaves are left
Slowly falling
Now, spring is over
Ketika keluar 
dari jembatan layang,
kulihat biru mengintip
dari balik celah awan berarak
Karena akhir-akhir ini
terasa begitu panas
kuhanya menunggu
sepoi angin berembus

Duduk di bawah naungan pohon,
sesuatu menempel di pipiku
Ketika kumemandang ke atas,
tepat di atas kepalaku,
ia mekar bersemi, berguguran

Perlahan berguguran,
kita bahkan telah lupa
untuk bernapas,
mengejapkan mata pun
terasa merepotkan
Bergegaslah,
Esok, hari ini pun akan berubah
menjadi masa lalu
Kuhanya menunggu sepoi angin
Karena itu,
kita bahkan telah lupa bersuara
mengucapkan selamat tinggal pun
terasa merepotkan
Hanya bunga saja
yang berguguran
Begitu cerah,
Sekarang,
badai salju musim semi

Di hari selanjutnya,
aku ada janji berjumpa seseorang
Turis yang datang untuk melihat
bunga Sakura pun
menjadi semakin sedikit
Aroma musim semi
akan reda sebentar lagi
Tahun ini pun,
musim panas akan datang, ya

Ketika keluar dari jembatan layang,
ada dirimu (bunga Sakura)
mengintip di ujung jalan
Tinggal berapa lama lagi, ya?
Tinggal berapa kali lagi
kubisa berjumpa
dengan musim semi?

Di bukit tepi sungai,
kududuk di bawah naungan pohon
Kembali sama seperti kemarin,
hari ini pun, ketika memandangi
bunga yang mekar bersemi....

Kita bahkan telah lupa
untuk bernapas,
mengejapkan mata pun
terasa merepotkan
Badai yang bertiup
menghamburkan bunga-bunga ini
pastilah pencuri musim semi
Hari ini pun,
waktu kembali mengalir
bersama embusan angin,
bahkan berdiri pun
terasa merepotkan
Menatap langit
melalui celah bunga-bunga,
Jatuh berhamburan
Masih belum berakhir,
badai salju musim semi

Hari ini pun
ku'kan datang
'tuk menemuimu
Duduk di bawah
naungan pohon
Menumpahkan napas keluhan,
bunga bersemi pun segera usai
Esok pun ku'kan datang
'tuk menemuimu,
Musim semi akan segera usai
Waktu pun terus berguguran,
seakan berat
untuk berpisah

Ketika menyanyikan cinta,
aku selalu saja kehabisan kata
Untuk memulai sajak saja
terasa merepotkan
Di saat bunga-bunga
mekar bersemi seperti sekarang,
mana mungkin bisa kuungkapkan
hanya dengan kata-kata belaka

Perlahan berguguran
kita bahkan telah lupa
'tuk bersuara
mengejapkan mata pun
terasa merepotkan
Hanya kita saja yang datang
memandangi bunga bersemi
Janganlah berguguran
Masih belum,
badai salju musim semi

Hanya tinggal sedikit lagi,
sudah bisa terhitung jari
Bunga pun hanya tersisa dua helai
Kini sudah tinggal sehelai
Hanya dedaunan saja yang tersisa
Perlahan berguguran
Sekarang, musim semi usai

KAISHAKU CORNER

Halo, para pembaca sekalian.
Saya ingin mencoba menginterpretasikan
lagu "Yorushika - Haru Dorobou" ini,
sesuai dengan yang saya rasakan,
ketika menerjemahkan lagu ini.
Dalam bahasa Indonesia saja tentunya,
karena bisa lebih bebas ^^

Intepretasi ini hanya sebatas penafsiran saya saja,
jadi bisa salah bisa benar, ya
Di Jepang, musim semi, musim Sakura,
selalu diibaratkan sebagai suatu awal
karena bulan April
adalah bulan aktivitas dimulai,
entah sekolah atau pekerjaan.

Musim semi pun juga kerap dihubungkan
dengan "masa muda 青春 (seishun)"
Ada kanji musim semi
dalam kata "seishun"

Semua orang yang kini telah dewasa
pasti pernah melalui siklus masa muda,
masa yang indah penuh warna,
di mana cinta pun ikut bersemi ria.

Kali ini, Yorushika mengibaratkan
kehidupan sebagai bunga Sakura.
Seperti yang kita tahu,
bunga Sakura mekar hanya sebentar,
mungkin maksimal 1 minggu
dan mulai layu berguguran.

Hidup kita di dunia ini,
masa muda di dunia ini
tanpa kita sadari, akan berlalu
dengan sangat cepat,
layaknya bunga Sakura
yang mekar bersemi
untuk waktu yang tak lama

Lagu ini banyak majas metafora,
jadi untuk penjelasan yang lebih lengkap,
yuk kita mulai saja ^^
Bait 1

Ketika keluar dari jembatan layang,
kulihat biru mengintip
dari balik celah awan berarak
Karena akhir-akhir ini terasa begitu panas
kuhanya menunggu sepoi angin berembus

Dalam lirik ini, 
coba bayangkan dirimu naik sepeda,
keluar dari bawah jembatan layang.
Yang sebelumnya gelap, lalu menjadi cerah
dan terlihat warna langit biru
mengintip dari balik celah awan.
Segar bener tuh pasti rasanya,
karena akhir-akhir ini terasa panas,
dan perlu angin segar
Bait 2

Duduk di bawah naungan pohon,
sesuatu menempel di pipiku
Ketika kumemandang ke atas,
tepat di atas kepalaku,
ia mekar bersemi, berguguran

Kemudian, kamu duduk 
di bawah naungan pohon Sakura.
Tentu saja, kelopak-kelopak
bunga Sakura pasti akan berjatuhan,
entah ke kepala, entah ke pipimu.
Bait 3

Perlahan berguguran,
kita bahkan telah lupa untuk bernapas,
mengejapkan mata pun terasa merepotkan
Bergegaslah!
Esok, hari ini pun
akan berubah menjadi masa lalu
Kuhanya menunggu sepoi angin
Karena itu, kita bahkan telah lupa bersuara
mengucapkan selamat tinggal pun
terasa merepotkan
Hanya bunga saja yang berguguran
Begitu cerah,
Sekarang, badai salju musim semi

Bunga Sakura yang mekar bersemi,
untuk waktu yang tak'kan lama itu pun,
kau pandangi dengan saksama.
Terpesona oleh keindahan bunga Sakura,
tertegun memandangi bunga Sakura
hingga napasmu terhenti,
membelalakkan mata hingga lupa
untuk mengejapkannya.

Momen yang kita miliki hari ini,
jika hari telah berganti menjadi esok pun,
hanya akan menjadi kenangan masa lalu.
Karena itu pun kita jadi malas
untuk mengucapkan selamat tinggal
Bunga Sakura pun jatuh berguguran
di hari yang cerah,
dihamburkan oleh badai salju musim semi
Bait 4

Di hari selanjutnya,
aku ada janji berjumpa seseorang
Turis yang datang
untuk melihat bunga Sakura pun
menjadi semakin sedikit
Aroma musim semi
akan reda sebentar lagi
Tahun ini pun,
musim panas akan datang, ya

Lalu, di besok harinya,
kamu ada janji bertemu dengan teman.
Ketika melewati bunga Sakura,
kamu melihat hanya sedikit orang
yang datang untuk "hanami"
(ibaratnya seperti saat ini,
karena COVID-19
banyak aktivitas "hanami" dihentikan
Hanami pada umumnya
adalah aktivitas orang Jepang
duduk di bawah naungan pohon Sakura,
sambil makan minum, becanda ria.
Mungkin sering lihat ya, di anime/dorama.
Biasanya di tempat hanami juga ada
banyak orang berjualan makanan.
Setelah melihat orang yang sedikit itu,
kamu pun sadar bahwa musim semi
akan segera berakhir
ditandai dengan datangnya musim panas
Bait 5

Ketika keluar dari jembatan layang,
ada dirimu mengintip di ujung jalan
Tinggal berapa lama lagi, ya?
Tinggal berapa kali lagi
kubisa berjumpa dengan musim semi?

Lagi lagi, kau melewati jembatan layang.
Dan ada bunga Sakura mengintip di ujung jalan.
Kamu terus terpikir akan berapa lama lagi
kamu bisa melihat bunga Sakura
yang merupakan
pertanda musim semi
Bait 6

Di bukit tepi sungai,
kududuk di bawah naungan pohon
Kembali sama seperti kemarin,
hari ini pun, ketika memandangi
bunga yang mekar bersemi

Kamu pun duduk kembali di bawah
naungan pohon Sakura tepi sungai,
sama seperti kemarin,
Kamu kembali memandangi
indahnya bunga Sakura
yang mekar bersemi dengan indahnya
Bait 7

Kita bahkan telah lupa untuk bernapas,
mengejapkan mata pun terasa merepotkan
Badai yang bertiup
menghamburkan bunga-bunga ini
pastilah pencuri musim semi
Hari ini pun,
waktu kembali mengalir
bersama embusan angin,
bahkan berdiri pun terasa merepotkan
Menatap langit melalui celah bunga-bunga,
Jatuh berhamburan
Masih belum, badai salju musim semi

Kamu pun kembali tertegun, terpesona
oleh bunga Sakura
sampai lupa mengejapkan mata
Ketika badai kencang datang,
kelopak-kelopak bunga Sakura pun
pasti akan jatuh berguguran,
membuat bunga Sakura layu,
pencuri musim semi,
pencuri indahnya bunga Sakura.
Mungkin lirik bagian ini,
bisa diibaratkan sebagai orang di masa muda
yang tiba-tiba menghadapi banyak masalah,
membuat hari-hari kita menjadi buruk
yang merampas masa-masa indah
"Pencuri masa muda"
(eeh gak tau sih, mungkin ya wkwkwk)
Hari ini pun, detik ini pun,
waktu terus berjalan,
tak'kan pernah berhenti
seiring dengan angin yang berembus
Dirimu di bawah pohon Sakura,
tertiup oleh embusan angin pun,
merasa begitu nyaman hingga malas berdiri,
malas beranjak dari tempat nyaman itu.
Memandangi langit yang cerah,
di antara kelopak-kelopak bunga Sakura.
Berharap badai salju di musim dingin,
belum menerbangkan
indahnya bunga Sakura
Bait 8

Hari ini pun ku'kan datang 'tuk menemuimu
Duduk di bawah naungan pohon
Menumpahkan napas keluhan,
bunga bersemi pun segera usai
Esok pun ku'kan datang'tuk menemuimu
musim semi akan segera usai
Waktu pun terus berguguran,
seakan berat untuk berpisah

Hari ini pun, kamu kembali datang,
menemui pohon Sakura
melakukan aktivitas yang sama
di bawah naungan pohon Sakura.
Menumpahkan keluhanmu pada bunga Sakura,
karena sebentar lagi musim semi akan selesai
Ibaratnya waktu yang terus berlalu, berguguran,
hingga berat untuk mengucapkan perpisahan
Bait 9

Ketika menyanyikan cinta,
aku selalu saja kehabisan kata
Untuk memulai sajak saja
terasa merepotkan
Di saat bunga-bunga
mekar bersemi seperti sekarang,
mana mungkin bisa kuungkapkan
hanya dengan kata-kata belaka

Indahnya bunga Sakura pun,
membuatmu ingin menulis lagu,
tapi karena bunga Sakura begitu indah,
memulai untuk menulis liriknya saja
terasa merepotkan.
Bunga Sakura mekar bersemi begitu indah
sehingga tak bisa diungkapkan
dengan kata-kata saja.
Bait 10

Perlahan berguguran
kita bahkan telah lupa 'tuk bersuara
mengejapkan mata pun terasa merepotkan
Hanya kita saja yang datang
memandangi bunga bersemi
Janganlah berguguran
Masih belum, badai salju musim semi

Kamu pun kembali terpesona
oleh indahnya bunga Sakura.
Kali ini kamu datang bersama seseorang,
berdua saja memandangi
indahnya bunga Sakura.
Kembali berharap badai salju musim semi
belum menghamburkan
indahnya bunga Sakura
Bait 11

Hanya tinggal sedikit lagi,
sudah bisa terhitung jari
Bunga pun hanya tersisa dua helai
Kini sudah tinggal sehelai
Hanya dedaunan saja yang tersisa
Perlahan berguguran
Sekarang, musim semi usai

Bunga Sakura pun, 
mulai berguguran dan layu,
kelopak demi kelopaknya pun
gugur satu per satu
Tersisa dua helai, sehelai dan habis.
Hingga hanya tersisa daun saja
Pertanda akhir dari musim semi,
ibarat seperti masa muda yang telah usai
Ya, sekian dulu dari saya kali ini.
Mungkin ke depannya,
penjelasan lirik lagu seperti ini
akan saya jadikan konten berbayar
via Trakteer

Sekian dulu, ya

Sumber gambar 1
Sumber gambar 2
Sumber gambar 3
All lyrics in this blog are translated
by Nakari Amane (unless noted)
Taking without permission is prohibited
I've passed the highest level
of Japanese language
but I'm a native Indonesian.
So there will be so many
grammar errors in my translations.
Feel free to do grammar-nazi.
Any little support will become
a source of motivation for me
to keep updating this blog
and improving my translations.
Thank you (´・ω・)`

Singer/Series Related Posts

Post a Comment

1 Comments
Hello, I'm Natalia from Indonesia. Thank you for visiting my blog.
I will feel really happy if my translations have helped you and really hope we could exchange a word XD.

If you enjoy my content, please consider supporting what I do via Ko-fi: Nakari Amane
or via Trakteer: Nakari Amane
I'm selling some J-Pop CD via: Tokopedia

The new template
isn't fully completed
so there will be
some blank navigation page.

DON'T TAKE MY WORKS
WITHOUT PERMISSION

Kindly write in the comment, 
if you need the English translation
(if there's no English)
Kalau ada kesalahan romaji,
terjemahan dan lain-lain,
langsung komen aja, ya.
Pasti ada banyak kesalahan
yang luput dari mata saya.